Contoh Tembang Pocung

seorang pembaca, penulis, pelajar, pengajar dan penggiat segala perkara yang berhubungan dengan ilmu. Watak Tembang Pocung / karakternya adalah tentang kebebasan dan tindakan sesuka hati.

Banyak 1x contoh-contoh tembang pocung ini, tidak hanya 1 saja. Tembang Macapat selakuala, menurut, etimologi dapat diartikan melalui Maca Papat-Papat atau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan dengan membaca empat-empat. Lagu macapat disajikan dalam dalam beberapa jenis tembang, dimana masing-masing tembang tersebut dibedakan oleh aturan-aturan yang membentuk expert lagu dan guru wilangan.

Watak lagu sinom atau karakternya ialah tentang kesabaran dan keramahtamahan. Tembang macapat sinom biasa digunakan untuk menceritakan nasehat yang baik dan mengandung rasa persahabatan. Seorang putra pada dasarnya membutuhkan tuntunan penuh dari orang tua atau orang – jamaah lain di sekitarnya.

Makna dari tembang macapat posung yang sekaligus folisofinya menggambarkan kematian dari manusia yang mulai dari dimandikannya, dibungkung dengan kain kafan sampai di sholati dan kemudian di kuburkan. Dalam bahasa Jawa sehari-hari dianggap denga kata “cung” menjurus mengarah hal yang lucu dan sering digunakan tuk panggilan anak-anak yang tena kecil. Dengan demikian, mulai muncul macam-macam tembang buat menutupi rasa penasaran serta untuk meningkatkan minat pada masyarakat Pulau Jawa dengan cara mengajak masyarakat Jawa menuju kebaikan melalui lagu macapat ini. Sedangkan untuk bahasa Jawa yang digunakan sehari-hari dari kata “cung” mengarah ke segala sesuatu yang lucu serta seringkali digunakan sebagai panggilan untuk anak-anak yang usianya tena kecil. Tembang macapat pocung adalah jenis tembang dalam terakhir untuk dibahasa di dalam urutan tembang macapat.

Tembang pocung biasa digunakan untuk menceritakan lelucon dan berbagai nasehat. Kata Pocung dalam tembang macapat ini berasal dari kata ‘pocong’ yang menunjukkan kondisi seseorang yang sudah meninggal, yg mana ia akan dibungkus kain kafan atau dipocong sebelum dikebumikan. Filosofi tembang pocong menunjukkan adanya practice untuk melepaskan kepergian seseorang, yakni upacara pemakaman. Lagu “Pangkur” berasal dari kata ‘mungkur’ yang artinya pergi atau meninggalkan. Filosofi tembang pangkur merupakan sautu penggambaran kehidupan yang seharusnya menghasilkan menghindari berbagai hawa nafsu dan angkara murka yang sifatnya buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *